Popular Posts

Khamis, 27 Januari 2011

PANCARAN HATI...



Sesungguhnya di dalam hati terdapat sebuah robekan yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan mengadap penuh kepada Allah s.w.t. Di dalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tidak mampu dirawat kecuali dengan menyendiri bersama Allah. Di dalam hati juga ada sebuah sungai kesedihan yang tidak akan mampu disekat kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh kerana mengenal Allah dan ketelusan berinteraksi dengan Nya. Di dalam hati juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun kerana Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah. Di dalam hati, juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keredhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan Nya. 

Pernahkah kita merasakan makna – makna rohani seperti ini sebelumnya? Di dalam hati ada robekan, keterasingan, kesedihan, kegelisahan, dan gejolak api... ada pelbagai penyakit yang ubatnya tiada lain hanyalah dengan “mengenal Allah”. 

Ketahuilah, setiap kali hati kita mampu menangkap makna – makna ini dengan baik, setiap kali pula hati kita akan bersinar cerah, jiwa dan batin kita pula akan berseri bahagia. 

Ketika orang lain bergantung pada dunia, gantunglah diri kita hanya kepada Allah. Ketika orang lain merasa gembira dengan dunia, jadikanlah diri kita gembira kerana Allah. Ketika orang lain merasa bahagia dengan kekasih – kekasih mereka, jadilah diri kita merasa bahagia dengan Allah. Dan ketika orang lain pergi mengadap raja - raja dan para menteri mereka untuk mengais harta dan mencintai mereka, jadikanlah diri kita betul – betul mencintai Allah. 

Sungguh, inilah kata – kata yang muncul dari dalam sanubari dan keluar meluncur dengan kuat. Saya rasa hati saudara-saudari sekarang masih dalam keadaan baik, sebab saudara-saudari telah bersedia menerima kata – kata ini, dan persiapan itu juga merupakan persiapan yang kuat. seluruh perasaan dan kepekaan berhimpun dan bergejolak membuat hati bahagia. Seluruh gejala ini membentuk sebuah kenyataan alami yang indah, yang bernama “pencerahan hati”.

Apabila kita membaca dan menyimpannya dengan baik di dalam hati, reaksi yang muncul akan begitu cepat tidak seperti yang disangkakan. 

Jangan pernah putus asa untuk teguh menunggu di pintu gerbang, meskipun kita di usir. Jangan pernah berhenti untuk memohon ampunan meskipun kita ditolak. Saat pintu gerbang telah terbuka, segeralah masuk selayaknya seorang tamu yang tidak diundang. Kemudian, tadahlah tangan kita  di muka pintu Nya dan segeralah berkata, ‘Tolonglah, saya adalah orang miskin. bersedekahlah untuk saya....!”

Saudara seakidahku, bacalah kata – kata di atas sekali lagi, dan selamilah betul – betul maknanya. Ketahuilah, lautan ini amat dalam, dan mutiaranya terletak didasar yang paling dalam! Jangan pernah putus asa untuk teguh menunggu di pintu gerbang, meskipun kita terusir! Kita ingin menangis ketika solat tetapi kita gagal.  Kita ingin meraih kekhusyukan, tetapi kita tidak tahu bagaimana caranya. Jangan pernah berhenti dan berpatah harapan. Jangan pernah berhenti untuk memohon ampunan meskipun kita tertolak! 

Kita semua pernah membuat maksiat lalu kita bertaubat dan memohon ampunan. Tetapi kemudian kita kembali melakukannya. Saat begitu, jangan pernah berhenti untuk memohon ampun. Saat pintu gerbang ampunan telah terbuka, segeralah masuk selayaknya seorang tamu yang tidak diundang! 

Ada pengajian di masjid sana, pergilah bersama para jemaah, teruslah bersama orang – orang yang rajin membaca dan merenungi Al – Quran. Apakah kita pernah merasakan manisnya nilai – nilai ini sebelumnya? 

Sungguh, kata – kata ini di dalam hati berubah menjadi nyawa, sehingga hati pun menjadi hidup. Demi Allah, katakan dengan jujur, bilakah kali terakhir kita merasa khusyuk mengadap Allah? Bilakah terakhir kali kita bersujud memohon kepada Allah agar kemanisan rasa khusyuk ini tidak pernah akan berakhir? 

Saudara seakidahku tercinta, siapkanlah diri kita untuk meraih nilai – nilai ini. tempatkan dan hormatilah kekhusyukkan sebagaimana semestinya. Saya yakin kita sama-sama akan dapat meraihnya! Sebab hal seperti ini tidaklah mustahil bagi seorang “perindu syurga”….


Jagalah hati…

Wassalam


Tiada ulasan:

Catat Ulasan