Popular Posts

Khamis, 10 Mei 2012

NOSTALGIA SEORANG IBU...



Di suatu senja
Seorang Ibu menulis puisi mengenai putera-puterinya…

Hubunganku dengan putera-puteriku bagaikan angin yang lembut
Aku tak dapat menyentuh, mencium dan merasai kelazatannya
Tapi aku selalu dapat merasakannya
Dan aku selalu menyedari kehadirannya
Meski mereka selalu datang dan pergi
Tapi aku tahu, mereka pasti kembali

Andai putera-puteriku adalah sekuntum mawar, akulah sang duri
Yang akan melindungi mereka dan memelihara mereka

Andai putera-puteriku adalah matahari, akulah sang sinar
Membantu menerangi dan menjadikan mereka apa yang mereka kehendaki

Andai putera-puteriku adalah danau yang tenang, akulah sang air
Yang mengisi mereka dengan idea dan impian serta harapan masa depan

Andai putera-puteriku adalah pohon yang rendang, akulah sang daun
Yang akan berkongsi segala yang aku miliki
Dan menjadi bahagian terpenting dalam hidup mereka

Andai putera-puteriku adalah hati, akulah debarannya
Yang merasakan saat membahagiakan dalam hidupnya
Juga saat ia ketakutan,kesakitan dan semangat

Jika orang bertanya mengapa sulit bagiku melepaskan putera-puteriku
Maka aku akan menjawab
Bahawa putera-puteriku adalah sebahagian dari diriku
Yang tidak dapat menghalangi aku
Untuk terus bersama mereka
Untuk berkongsi suka,duka dan cinta…


Wallahu`alam

Jagalah Hati…

Wassalam

Tiada ulasan:

Catat Ulasan