Menyusuri malam dengan kesunyian hati
Gumpalan dosa mengikuti jiwa yang kering
Sesal esak meramas sendi raga
Dalam detik-detik waktu
Berkejaran rasa, menjelma menjadi alunan sesak
Tanpa harapan, tiada tujuan
Melangkah dalam kehampaan
Mengejar kebahagiaan sementara
Bersama nyanyian tanpa makna
Tertawa lepas di atas altar maksiat
Gelak hati merintih dalam kepedihan
Nun jauh dari naluri suci
Diriku melebur dalam lautan dosa
Malam terasa memekakkan gendang telinga
Masa bergilir melahirkan remang-remang asa
Warna hitam mendung berganti menjadi pelangi indah
Dalam pusaran waktu cinta-Nya menyapa
Mengalir sejuk ke relung jiwa yang tandus
Jeritan tangis pilu menghampar
Menyesali roh dan jasad yang telah tersesat jauh
Hidung tersumbat oleh dosa-dosa masa lalu
Jiwa tertatih ingin berdiri, menggenggam erat kasih-Nya
Ya Allah,
Dalam kehampaan jiwa
Telah Engkau tuangkan air cinta-Mu
Pada diri yang berlumuran dosa
Pada hati yang bersimbah kemunafikan
Ya Allah,
diri malu mengharap ampunan-Mu
Namun ku yakin Engkau teramat Penyayang
Meski hamba-hamba-Mu berserakan dosa
Ya Allah,
dalam sesal tidak bertepian
Ku ingin teguh berjalan dalam keredhaan
Rinduku pada Mu menggelora
Menggebu dalam puncak menara sujud
Genggam jiwa yang sedang meronta
Mengharap luapan dosa Engkau ampuni
Dalam puncak menara sujud khusyuk pada Mu
Pasrah ini ku gantungkan...
Dalam kehampaan jiwa
Telah Engkau tuangkan air cinta-Mu
Pada diri yang berlumuran dosa
Pada hati yang bersimbah kemunafikan
Ya Allah,
diri malu mengharap ampunan-Mu
Namun ku yakin Engkau teramat Penyayang
Meski hamba-hamba-Mu berserakan dosa
Ya Allah,
dalam sesal tidak bertepian
Ku ingin teguh berjalan dalam keredhaan
Rinduku pada Mu menggelora
Menggebu dalam puncak menara sujud
Genggam jiwa yang sedang meronta
Mengharap luapan dosa Engkau ampuni
Dalam puncak menara sujud khusyuk pada Mu
Pasrah ini ku gantungkan...
Wallahu`alam
Jagalah Hati...
Tiada ulasan:
Catat Ulasan