Popular Posts

Sabtu, 15 Jun 2013

MOGA BERMANFAAT...





Dalam meniti kehidupan ini, terlalu banyak kenangan lalu yang sering singgah di fikiran ini. Apabila direnungkan kembali, terlalu banyak nikmat Allah yang telah dikecapi selama ini lantas hati bertanya kepada diri, "Sejauh dan sehebat manakah aku bersyukur...?"



Terasa begitu insaf sekali tatkala mengenangkan firman Allah... "'Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, sudah pasti kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu terlalu zalim dan ingkar..."



Pernah pada suatu ketika pada zaman tabi'in, seorang lelaki telah pergi bertemu dengan seorang ahli sufi dalam keadaan marah. Sesampainya di rumah ahli sufi tersebut, beliau terus berkata, "Ya sheikh , aku sudah tidak tahan lagi dengan ujian ini. Aku seorang yang miskin dan susah tetapi aku tidak pernah meninggalkan solat dan selalu berdoa semoga Allah meluaskan rezekiku namun sehingga kini aku masih begini; miskin dan melarat. Aku tidak percaya bahawa Allah itu bersifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim! . Bagaimana pandangan tuan?", tanya lelaki tersebut.



Sambil tersenyum, ahli sufi tadi menjawab dengan penuh hikmah, "Wahai saudaraku, jika sifat-sifat Allah; Ar-Rahman dan Ar-Rahim itu tidak dapat menumbuhkan keyakinanmu terhadap sifat-Nya yang pengasih dan pemurah, maka kenanglah kembali saat engkau dilahirkan ke dunia ini sehingga sekarang; adakah Dia pernah terlupa untuk memberimu makan dan minum dan adakah pernah Dia mengazabmu lantaran dosa-dosa mu yang kecil mahu pun yang besar...? Sesungguhnya terlalu besar sifat pengasih dan pemurah Allah kepada mu dan kepadaku, lantas saudaraku renungkanlah firman Allah, 'Tidakkah kamu melihat manusia yang telah Kami ciptakan mereka daripada nutfah maka tiba-tiba mereka menjadi penentang yang nyata?""



Semoga kita sama-sama dapat mengambil manfaat dari kisah ini, insya Allah....



Wallahu`alam


Jagalah Hati....

YA ALLAH....!





Ya Allah… kepada Mu aku mengadukan kelemahan kekuatanku,



Dan sedikitnya kemampuanku,



Serta kehinaanku dihadapan manusia...



Wahai Sebaik-baik pemberi kasih sayang, Engkaulah Robb orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Robb-ku...



Kepada siapakah Engkau serahkan diriku... kepada orang yang jauh yang menggangguku atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku...



Asalkan Engkau tidak marah padaku maka tiadalah keberatan bagiku, akan tetapi kemurahan Mu jauh lebih luas bagiku.



Aku berlindung dengan Cahaya Wajah Mu yang akan menerangi seluruh kegelapan dan yang akan memberikan kebaikan segala urusan dunia dan akhirat untuk melepaskan aku dari Marah Mu atau menghilangkan Murka Mu dariku.



Hanya pada Mu aku merintih berharap mendapatkan keredhaan Mu, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Mu...


saudara semuslimku yang baik hatinya... perhatikanlah kehebatan tawakkal Rasulullah saw dalam bait-bait doa tersebut...

selepas itu, bandingkan pula sejauhmana tawakalnya kita pada Allah swt...



Wallahu`alam


Jagalah Hati....

CINTAKU...





Cintaku sederhana dalam kesederhanaan…
Cintaku tidak berkobar-kobar penuh nafsu…



Cintaku sederhana dalam keterbatasan…
Cintaku tidak menggebu-gebu laksana cinta yang semu,
bergelora di awal namun redup di tengah perjalanan…



Cintaku sederhana, namun sanggup mencintaimu apa adanya…
Cintaku sederhana, namun mampu menyayangimu tulus…
Cintaku sederhana, namun hadir saat kau terjatuh…
Cintaku sederhana, namun ada saat kau terluka…
Cintaku sederhana, namun diikat dengan kesetiaan…



Cintaku sederhana,
namun terukir di hati yang tulus…
Cintaku penajam imanku…
Cintaku penebal keyakinanku…



Cintaku penawar hati dari kelelahan dunia…
Cintaku sederhana, hanya mampu memberi…



Aku ingin mencintaimu sederhana
baik dalam memberi dan menerima dengan seadanya...




Wallahu`alam



Jagalah Hati...

PADA MU YA ALLAH...!





doa kami pada Mu ya Allah...

Ya Allah yang melaksanakan hajat...

Ya Allah yang mendengar segala permintaan...



Lemah kami, kuatkanlah..

Lalai kami, ingatkanlah..

Jahil kami, pandaikanlah..

Kotor hati kami, bersihkanlah..

Gelap hati kami, terangkanlah..

Keras hati kami, lembutkanlah..

Ujub riak kami, ikhlaskanlah..

Takabbur zalim kami, tawadukanlah..

Salah kami, maafkanlah..

Dosa kami, ampunilah..

Susah kami, angkatkanlah..

Sempit kami, lapangkanlah..

Sakit kami, sembuhkanlah..

Segala urusan kami, permudahkanlah...



Tunjukkan kami ya Allah...

Kami tiada kaya, Engkau jualah yang Maha Kaya..

Kami tiada daya, Engkaulah yang Maha Kuasa..

Kami adalah hamba Mu yang lemah..

Kami adalah hamba Mu yang banyak salah..

Jadikanlah kami hamba Mu yang taat..

Jadikanlah kami hamba Mu yang soleh..

Peliharalah kami dari kekafiran..

Peliharalah kami dari dosa maksiat..

Peliharalah kami dunia dan akhirat..

Perkenankan doa kami Ya Allah...



Amiin....



Wallahu`alam



Jagalah Hati....

BERUBAHLAH...




ketika kita terdetik di hati hendak melakukan maksiat, ingatlah kepada Allah...



kerana doa orang yang bergantung penuh pada Allah akan di dengari, walaupun segala di dunia mampu melindungi keburukan itu, dengan keizinan dan kuasa Allah, pasti akan terbukti jua akhirnya akan kebenaran...



kita hanya mampu merancang, Allah jualah yang menentukan. Maka sentiasalah ingat yang terbaik hanyalah dari Allah swt...



berubahlah kerana Allah sebab itu akan berkekalan...





Wallahu`alam



Jagalah Hati...

BERTERIMA KASIH...




Berterima kasihlah pada yang kalah, 
kerana mereka kita menjadi juara...


Berterima kasihlah pada yang menegur, 

kerana mereka mungkin kita ke syurga...


Berterima kasihlah pada yang menyokong, 

kerana mereka kita punya sumber kekuatan...


Berterima kasihlah pada yang memberi, 

kerana mereka kita menjadi seperti sekarang...


Berterima kasihlah pada yang berjasa, 

kerana mereka kita merasa sebuah kehidupan...


Berterima kasihlah pada Allah swt, 

kerana setiap ujian yang datang menjadikan kita lebih baik...!!




Wallahu`alam




Jagalah Hati...

Jumaat, 14 Jun 2013

AKU MENANTI...




Saudara semuslimku yang baik hatinya.... mari kita lihat bagaimana penjelasan salah seorang anak Syeikh Ahmad Yasin rahimahullah, tokoh pejuang Palestin abad ini yang beberapa tahun lepas telah gugur syahid oleh pesawat Israel...



"Ayah tidak mencintai dunia. Ia lebih mencintai rumah akhirat. Ramai orang yang menyarankan agar ayah mendiami rumah sebagaimana selayaknya seorang pemimpin.


Pemerintah Palestin juga pernah menawarkan sebuah rumah yang besar di perkampungan Gaza namun ayah menolak tawaran itu.


Ayahku lebih menginginkan akhirat sehingga ia tidak begitu memperhatikan perabot duniawi.


Ruangan rumahnya amat kecil yang hanya menempatkan tiga ruangan kecil. Tanpa seramik di lantai dan ruang dapur yang sudah rosak.


Bila musim sejuk tiba, keadaan rumah menjadi sangat sejuk. Sebaliknya bila musim panas datang, ruangan rumah terasa panas sekali.


Ayah tidak pernah berfikir untuk memperbaiki rumahnya. Sekali lagi, ia benar-benar sibuk mempersiapkan rumahnya di akhirat."


Syeikh Ahmad Yasin juga memberi pendidikan secara langsung kepada sesiapa pun tentang batas apa yang mesti diberikan oleh seseorang yang menginginkan mati di jalan Allah swt.


Sekitar lima minit sebelum pesawat Israel menembak ke arahnya yang sedang duduk di kerusi roda itu, seorang anaknya, Abdul Ghani sempat mengingatkannya untuk berhati-hati dengan mengatakan, "Ayah, ada pesawat pembunuh di atas."


Apa jawapan Syeikh Ahmad Yasin ketika itu...?


Dengan tenang ia menjawab, "Ya, aku di sini juga sedang menanti pesawat pembunuh itu."


Sesungguhnya, tidak ada keraguan dan ketakutan sedikit pun di dalam hatinya.


Itulah rahsia keteguhan Syeikh Ahmad Yasin rahimahullah...


kita di sini, sedang..


menanti detik demi detik kematian yang pasti menjemput...


menunggu saat kita menarik nafas terakhir dan menghembuskan lagi untuk yang terakhir...


melambai udara dingin yang merayap dari hujung jemari kaki hingga ke bahagian kepala...


menantikan saat mata tertutup dan tidak mampu terbuka lagi. Ketika badan terbujur dan tidak dapat bergerak lagi. Ketika kita masuk dalam keranda dan diangkat oleh anggota keluarga dan teman-teman kita...


setelah itu semua...


maka, manusia mula berbicara tentang diri kita dan kita sebenarnya menuju rumah kita yang kekal abadi di akhirat sana...


Ya Allah... kurniakanlah kesedaran yang hakiki ke dalam hati kami tentang rumah akhirat yang sepatutnya kami usahakan untuk mendapatkannya di dunia ini dan juga terhadap penantian yang pasti berlaku iaitu kematian yang akan menyentuh setiap yang bernyawa sehingga akhirnya habislah catatan kehidupan kami di dunia yang kemudiannya akan dinilai oleh manusia yang masih mendiami dunia ini...


Wallahu`alam


Jagalah Hati....